Bagi kita orang awam sering membaca di media bahwa inflasi sekian % (misalnya tahun lalu 7%), tetapi istri/suami kita di rumah sering ngedumel karena harga barang-barang yang naik dua kali lipat, tiga kali lipat adalah hal yang biasa ...lho kok bukan ‘hanya 7 %’ naiknya ?...
Islam sangat mendorong perdagangan/perniagaan, bahkan dalam hadits Ibnu Majjah disebutkan sembilan dari sepuluh pintu rizki adanya di perniagaan. Jadi mulailah berdagang dengan jujur, adil dan hati-hati ; insyaallah biaya hidup akan lebih ringan.
Jadi inilah solusi Islami untuk makmur, berdaganglah....!; sampai -sampai Allah SWT ‘membahasakan’ amal Islami yang paling Agung-pun yaitu jihad dengan istilah perdagangan atau perniagaan. “Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih ?”. Yaitu kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan Harta dan Jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahui. “ (QS.61 : 10-11).
Kalau kita saat ini bekerja sebagai pegawai, pasangan tidak bekerja – maka dapat kita dorong pasangan kita untuk belajar berdagang – agar keluarga kita dapat mengalahkan kenaikan biaya hidup dari waktu ke waktu.
Kalau kita dan pasangan keduanya bekerja sebagai pegawai, kita usahakan salah satu yang lebih berpotensi untuk keluar dan mulai berdagang – insyaallah hasilnya akan lebih baik.
Apabila langkah ini diikuti secara massal, maka hasilnya Insyaallah Indonesia akan lebih makmur. Justru karena kegiatan perdagangan ini tidak didorong dan tidak secara optimal difasilitasi oleh pemerintah dan tokoh-tokoh masyarakat membuat Indonesia makin lama makin terpuruk. Bahkan kita juga tidak sadar kalau makin lama kita makin terpuruk.